Harga Obat Generik Menkes Vs Harga Obat PT. Askes

oleh Husin Ansari

Obat merupakan bahan pelayanan kesehatan yang menentukan, terlebih bagi sebuah rumah sakit atau puskesmas. Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang digunakan untuk untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka menetapkan diagnosis pencegahan, pemulihan peningkatan kesehatan dan kontrasepsi termasuk produk-produk biologi .

Kebetulan dalam waktu yang bersamaan saya diminta untuk memproses pengadaan obat yang terdiri dari dua paket  yaitu  Obat Generik dan Obat Askes.

1.       Obat Generik

Obat Generik adalah  obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat di produksi oleh semua perusahaan  farmasi yang telah memenuhi syarat produksi tanpa perlu membayar royalti, yang umumnya menggunakan nama kandungan bahan aktif sebagai penamaan obatnya.

 2.       Obat Askes

Obat Askes adalah obat yang digunakan untuk melayani peserta Askes yang terdiri dari obat generik, obat bermerek dan obat paten. PT Askes menerapkan suatu kebijakan yaitu menetapkan suatu daftar obat-obatan dan plafon harga tertentu yang tercantum dalam Daftar Plafon Harga Obat (DPHO).

 DPHO adalah daftar harga obat dengan nama generik dan atau nama lain yang diberikan oleh pabrik yang memproduksi serta daftar harganya. Dengan adanya DPHO maka melindungi peserta Askes dari banyaknya item obat dan variasi harga yang relatif besar Baca lebih lanjut

Iklan

Antisipasi Korupsi Pengadaan

Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hampir 40 persen anggaran pemerintah terjadi kebocoran dan 80 persen terkait dari pengadaan barang dan jasa. Untuk mengatasi masalah itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong turut serta dalam acara bimbingan teknis strategi menghadapi audit pengadaan barang dan jasa pemerintah, Pekan lalu di Gedung Informasi Pembangunan Tanjung.

Selain mengatasi itu, tujuan lainnya adalah untuk menyosialisasikan Peraturan Presiden No 54 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, agar proses pengadaan berjalan efisiensi, terbuka dan kompetitif sehingga terhindar dari kesalahan administrasi maupun keuangan.

Bupati Tabalong H Rachman Ramsyi kebetulan sekali ikut acara tersebut. Selain membuka acara, dia menyampaikan sambutan terkait pengadaan di Pemkab Tabalong.

Dia mengatakan, melalui pelatihan bimbingan teknis diharapkan tidak menjadikan proses pengadaan barang/jasa pemerintah justru menciptakan peluang penyimpangan dan pelanggaran. Terlebih menyangkut strategi menghadapi audit nantinya oleh jajaran pengawas administrasi pemerintahan. Seperti inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BKP). Baca lebih lanjut