BELAJAR DARI SINGAPURA

Kesan pertama melihat negara Singapura memang luar biasa, banyak pelajaran yang bisa diambil baik tentang kedisiplinan masyarakatnya, etos kerja, kebersihan dan ketaatan terhadap aturan serta penataan kota yang bagus. Perjalanan satu hari ke negara singa tersebut serasa sangat singkat dan terburu-buru, karena banyaknya lokasi yang akan dilihat.

Singapura sebagai pusat ekonomi yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional dimana memiliki bandara terbaik di dunia, salah satu pelabuhan tersibuk di dunia dan memiliki pesawat terbaik sekelas bintang lima.

Memasuki Singapura memang relatif ketat, mungkin sama saja ke negara lain, berhubung saya belum pernah ke luar negeri selain singapura. Mulai dari pengurusan visa yang ketat, tidak boleh ada salah sedikit antara pasport, kartu tanda penduduk dan visa. eit, jangan sesekali membawa anak-anak dibawah usia 17 Tahun untuk ke negara tersebut, kecuali ada pendampingnya, karena akan terhenti di pemeriksaan pasport oleh petugas imigrasi di indonesia. Perjalanan menuju Singapura dapat ditempuh memalui kota Batam, melaui  laut  sekitar 45 menit dengan kapal cepat.

Sampai di pelabuhan, saya sempat heran ketika melihat orang yang berjalan cepat-cepat menuju tempat pemeriksaan visa,  ternyata wajar saja, rupanya menghindari antrian yang panjang, kita akan berdiri antri sekitar dua  jam baru sampai di pemeriksaan petugas, banyak Polisi muda yang hilir mudik memperhatikan orang yang antri, kalau ada yang dirasakan mencurigkan petugas tersebut langsung mengecek pasport bahkan membawa ke ruangan khusus untuk di wawancara. Untuk masuk negara tersebut pengunjung tidak boleh membawa rokok satu bungkus penuh, teman saya terpaksa harus menitipkan rokonya kepada yang lain, itupun dalam satu bungkus harus sudah digunakan minimal tiga batang.

Di Singapura sebagian petugas imigrasi ada terlihat lansia, teryata setelah saya tanyakan kepada guide yang menbawa kami dijelaskan bahwa di Singapura masih memberdayakan para lansia untuk bekerja, karena dianggap masih produktif, bisa jadi karena usia harapan hidup penduduk negara singa tersebut yang tinggi dan biaya hidup yang mahal…hehhehe

Sampai di terminal pelabuhan atau Singapore Cruise Center bisa dilihat lumayan banyak orang antri untuk membeli kartu Handphone alasannya, mungkin  dengan  mengunakan kartu singapura maka biaya komunikasi yang lebih murah, kalau kita mengaktifkan nomor indonesia maka biaya sms aja reatif mahal.

Karena ingin menikmati perjalanan maka saya membiarkan HP tidak aktif dan tidak membeli kartu GSM Singapura. Menariknya setiap pembelian kartu GSM maka harus registrasi dan memperlihatkan pasport. Ketat sekali ya, mungkit itu salah satu penyebabnya  Singapura disebut salah satu negara teraman, sehingga tidak ada lagi menerima sms mama minta pulsa dan sms yang tidak karuan. Saya membayangkan di Indonesia diminta registrasi nomor saja oleh pemerintah,  protesnya luar biasa mulai ada yang membakar ratusan kartu GSM bahkan membuat meme yang kurang pantas di sosial media.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Universal Studio, dimana lokasi tersebut mirip Dufan kalau di Jakarta, banyak sekali permainan di dalamnya, sayangnya saya tidak sempat masuk karena dibatasi waktu, rasanya harus satu hari penuh untuk menikmati hiburan di dalamnya. Tak lupa sebagai bukti telah berkunjung ke universal studio saya sempat berfoto ria di depannya. Bola Dunia besar yang bertuliskan Universal Studio yang selalu berputar ditambah dengan embun air yang keluar dari kolam dibawahnya, Mantapppp, Spot tempat seperti itu sangat diperlukan untuk sebuah objek wisata, karena akan menjadi icon dan akan selalu di tampilkan dibeberapa media sosial oleh pengunjung, secara langsung sebagai promosi gratis buat perusahaan.

Selama perjalanan guide asal singapura yang kebetulan orang melayu,  fasih berbahasa indonesia, banyak bercerita mulai PM pertama Singapura sampai dengan warna bendera, merah dan putih itu diambil dari bendera indonesia sedangkan bulan dan bintang diambil dari bendera malaysia, bahasa resmi singapura adalah bahasa melayu, jumlah penduduk melayu hanya sekitar 18 % saja, sisanya keturuan china dan india.

Penduduk kebanyakan tinggal di apatement atau rumah susun, maklum karena lahan yang terbatas, bahkan untuk memperluas wilayahnya mereka menguruk laut untuk dibanguan gedung-gedung, ruang terbuka hijau bahkan jalan-jalan kota dulunya diatas laut. Pasir yang mereka ambil dulunya berasal dari kepulaan di indonesia dan alhamdulilah sekaran Pemerintah sudah melarang ekspor pasir ke Singapura. Untuk perluasan mereka mengimpor dari negara-negar terdekat selain indonesia.

Untuk peningkatan SDM Singapura patut diacungi jempo, karena negara tersebut memiliki sekolah dan universitas terkemuka seperti Nasional University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU) dan Singapore Management University (SMU), banyak anak-anak pejabat negara kita juga mengenyam pendidikan di negara tersebut seperti Edhie Baskoro Yodhoyono Putra dari Presiden SBY yang meraih gelar Master of Science in International  Political Economic di  Nanyang Technological University (NTU) , Putra-putra dari Presiden Jokowi, Gibran Rakabumi Raka di Orchid Park Secondary School setarap SMU dan Kaesang Pangerap yang mengambil studi diploma program International Baccalaureate. Anak Presiden lain yang juga pernah menuntut ilmu di Singapura antara lain putri Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, Putra dari mantan Presiden Timor Leste Ramos Horta, Lora Horta dan Putra Raja Brunai Darussalam Pangeran Haji Abdul Azim.

Sepanjang jalan guide bercerita, bahwa semenjak PM Singapura Lee Kuan Yew memimpin, mewajibkan penduduk laki-laki yang telah mencapai usia 18 tahun untuk mengikuti pendidikan wajib militer atau National Service (NS) secara penuh selama 2 tahun, mereka akan berdinas di Angkatan Bersenjata, Kepolisian dan Pasukan Pertahanan Sipil Singapura yang tujuannya adalah sebagai pasukan cadangan, Selama wamil mereka dilatih secara militer serta kedisipilan dan etos kerja. Sebenarnya Wamil bukan hanya di Singapura tapi negara seperti Korea Selatan juga mewajibkan penduduknya untuk mengikuti program tersebut. Di Indonesia baru-baru ini kita lihat Pemerintah mulai menerapkan pendidikan Bela Negara walaupun tidak selama yang ada di negara lain.

Penduduk Singapura  yang lulus dengan nilai tebaik akan direkrut sebagai pegawai pemerintah dengan gaji yang tinggi sehingga menghasilkan output yang terbaik buat negaranya, beda dengan di negara lain. Kalau Di Korea Selatan Mahasiswa terbaik akan direkrut oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung dan Hyundai sehingga perusahaan-perusahan tersebut melejit dengan pesat. Pegawai pemerintah hanya sisa dari yang belum direkrut. Semoga indonesia bisa meniru dari hal tersebut, jangan sampai putra terbaik bangsa bekerja dan memajukan di negara lain.

Dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat, setiap tempat olahraga seperti Gym di gratiskan oleh pemerintah dengan alasan agar penduduknya sehat, sehingga dana pemerintah untuk program kesehatan bisa dikurangi.

Dalam hal kebersihan, kita tidak akan melihat sampah yang berserakan, barang siapa membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda yang besar, bahkan kalau melakukan secara berulang-ulang, maka yang bersangkutan akan dihukum dan dipermalukan sebagai petugas sosial kebersihan dalam jangka waktu tertentu. Hukuman sosial seperti ini lebih bagus karena membuat yang bersangkutan menjadi malu. Dimana-mana kita tidak melihat orang yang meludah sembarangan, maklum di Singapura selalu terpantau oleh CCTV, sehingga apapun yang dilakukan akan ketahuan, makanya semua mobil depan di negara tersebut tidak boleh ada kaca ryben dan harus transparan, tujuannya kalau ada pelangaran lalulintas maka akan mudah diketahui siapa sopirnya. Merokok pun tidak bisa disebarang tempat harus di lokasi yang telah disediakan, sehingga kita tidak menemukan orang sembarangan merokok apalagi di fasiltas umum. Membuang sampah puting rokok juga tidak boleh seenaknya dewe.

Sungguh pengalaman yang luar biasa yang dapat dijadikan pelajaran untuk perbaikan bahkan diterapkan di negara kita. Semoga…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: